Solo Batik Carnival

Senin, 27 Juni 2011
SOLO (Suara Karya): Tema Amazing Legend yang diusung dalam Solo Batik Carnival (SBC) keempat di Kota Solo mampu menarik perhatian puluhan ribu warga, Sabtu (25/6) malam. Untuk pertama kalinya, SBC digelar pada malam hari. Meski begitu, hal itu tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menonton karnaval yang mengangkat empat legenda Jawa, yakni Ande-Ande Lumut, Roro Jonggrang, Ratu Kencono Wungu, serta Ratu Pantai Selatan.

Sejak sore, warga sudah berduyun-duyun memadati sepanjang Jalan Slamet Riyadi, mulai dari kawasan Purwosari, Solo, hingga Balai Kota Solo untuk menyaksikan karnaval yang juga diikuti empat Putri Indonesia, yakni Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames, Putri Lingkungan 2010 Reisa Kartikasari, Putri Pariwisata 2010 Alessandra Khadijah Usman, dan Putri Inteligensia 2010 Inda Inda Endaliani. Mereka turut serta dalam karnaval tersebut dengan menaiki kereta kencana bernuansa batik.

Hadir dalam pergelaran tahunan di Solo itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Direktur Promosi Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata M Faried, serta Direktur Tradisi Ditjen Nilai Seni Budaya dan Film Kemenbudpar Poppy Savitri. Mereka bersama-sama dengan Wali Kota Solo Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga mengikuti jalannya karnaval dengan menaiki kereta kencana.

Sebanyak 324 kostum dengan nuansa batik dari empat tema legenda tampil dalam acara itu. Masing-masing tema digambarkan dengan simbol-simbol. Misalnya, Ande-Ande Lumut disimbolkan dengan kepiting besar, Roro Jonggrang dengan replika Candi Prambanan, Ratu Kencono Wungu disimbolkan dengan Candi Bentar, sedangkan Ratu Pantai Selatan disimbolkan dengan kereta kencana dengan putri cantik dan anggun di dalam kereta tersebut.

Kehadiran empat Putri Indonesia dan kostum yang dibawakan peserta dalam SBC, Sabtu malam kemarin, menjadi daya tarik bagi penonton. Meski mereka harus rela berdesak-desakan di antara penonton lainnya, hal itu tidak menyurutkan niat untuk menonton hingga berakhirnya acara.

“Selain digelar pada malam hari, SBC keempat ini juga untuk pertama kalinya dikomersialkan. Ada tujuh panggung yang dijual kepada penonton. Ini dilakukan dengan kerja sama berbagai pihak seperti hotel dan swasta,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Purnomo Subagyo.

Sementara itu, menurut M Faried, yang ditemui di sela-sela acara, SBC merupakan event yang akan menaikkan citra Kota Solo di tingkat internasional.

posted by : http://www.suarakarya-online.com
Baca selengkapnya : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=281656

Iklan

2 responses to “Solo Batik Carnival

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s